Jam 07.15 WIB aku dan my bos check out dari hotel. Kami harus segera ke Bandara Binaka. Bandara Binaka adalah satu-satunya bandara yang terdapat di Pulau Nias. Perjalanan dari pusat kota Gunung Sitoli menuju bandara Binaka memakan waktu kurang lebih 1 jam.
Ini pertama kalinya aku pergi ke Pulau Nias. Ketika berangkat ke pulau ini kami naik fery karena tidak kebagian ticket peasawat lagi. Yah, segalanya pertama bagiku. Pertama kali aku pergi jauh dari Medan, pertama kali naik bus sampai 8 jam, pertama kali naik fery selama 8 jam dan pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Nias. Beberapa saat lagi adalah pertama kali aku akan naik pesawat. Kasihan sekali diriku ini. Nervous naik pesawat, huh!

Tiba di bandara Binaka, langsung check in dan menunggu pesawat dari Medan hampir 1 jam lamanya. Aku gelisah sekali. Berbagai bayangan melintas di kepala dan mataku. Huh! Basi....... Masa mau naik pesawat aja sampai segini nervousnya sehhh......
Sirene berbunyi...ngeeeeeengggg......... menandakan pesawat dari Medan akan segera tiba di bandara Binaka. Jantungku berpacu semakin cepat. Huh! Huh! Aku menarik nafas berulang kali hingga pesawat benar-benar berhenti di depan mataku. Busyettt..... betapa gelisahnya seorang anak kampung ini menantikan untuk terbang bersama pesawat itu.
" Perhatian! Perhatian!....." suara pramugari memberikan instruksi untuk menggunakan sabuk pengaman dan lain-lain. Aku mengikuti langkahnya satu demi satu. Emang bener-bener bego bener aku saat itu. Akhirnya mesin pesawat hidup, baling-baling mulai berputar. Aku memperhatikan semuanya. Aku nggak perduli orang lain memperhatikanku yang selalu tertegun melihat bagian-bagian pesawat udara ini. Bodo amat. Pesawat mulai berjalan perlahan, mengambil posisi take off. Berhenti sebentar. Suara mesin semakin bergemuruh. Seakan-akan aku sedang berada di kawasan pabrik. Aduh...pesawat ini mulai bergerak. Berjalan semakin cepat...cepat...... Tuhan....jantungku seakan kehilangan detaknya. Aku merasa seakan-akan jatuh bebas dari ketinggian ketika roda pesawat mulai meninggalkan bumi..... Huuuuuhhhh...... Aku menarik nafas lagi, berulang kali......

Aku mulai bisa menguasai keadaanku. Perlahan-lahan aku mulai melihat ke bawah. Memperhatikan bagian-bagian bumi yang ditinggalkan. Huh..... tenang-tenang.... Perlahan-lahan Pulau Nias semakin kelihatan kecil. Aku mengira-ngira letak hotel tempat kami menginap. Tapi nggak ketemu juga. Walahhh...... gini toh rasanya kalo lagi berada diatas awan. Di bagian bawah aku melihat banyak sekali benda berwarna putih seperti kapas. Kata orang itu namanya awan. Hah!...... pesawat bergerak turun tiba-tiba dibarengi dengan suara grudug....grudug.... seperti kalo kita naik mobil dan rodanya menginjak lubang yang berbatu. Deg! Jantungku mulai memainkan peranannya. Dan dengan tiba-tiba juga pesawat mulai bergerak naik lagi. Sementara pemandangan di luar jendela hanyalah berwarna putih. Oh.... ternyata pesawat ini baru saja keluar dari gumpalan awan. Dan turunnya pesawat tadi disebabkan oleh tidak adanya udara yang masuk ke baling-baling. Ooooo.......

Detik berganti ke menit, sekitar 45 menit sudah berlalu dan suara pramugari kembali terdengar untuk mengingatkan agar tetap memakai sabuk pengaman. Dan dalam beberapa menit lagi pesawat akan mendarat di bandara polonia Medan. Hah..... lega rasanya. Udah sampai eeuuyyyy........ teriakku dalam hati. Beberapa waktu kemudian, saat-saat mendebarkan kembali merambahku, terutama jantungku. Pesawat mulai bergerak turun, perlahan dan perlahan. Aku juga sudah melihat ukuran rumah-rumah semakin membesar dan ........... dup....ciiiittt....ciiiitttt...... suara roda pesawat menyentuh aspal bandara. Suara mesin semakin keras..... (aduh....pekak tau!). Laju pesawat semakin lambat, dan kamipun tiba dengan selamat. Alhamdulillah................

0 komentar: